Feeds:
Pos
Komentar


Terapi Lebah


Terapi lebah atau disebut juga apiterapi (dari kata apis = lebah dan therapy = pengobatan) diartikan sebagai pengobatan yang menggunakan berbagai macam produk dari lebah yaitu : madu, madu sarang, madu granulasi, pollen lebah, roti lebah, propolis, lilin, bisa lebah, susu lebah, larva lebah pekerja, larva lebah jantan, dan larva ratu.

Sejarah:

Terapi lebah dimulai di daratan Tiongkok dan Timur Tengah, khususnya Mesir. Pengobatan tradisional di Tiongkok memiliki umur ribuan tahun sebelum pengobatan modern mulai bangkit di Eropa. Salah satu bentuk modifikasi akupunktur yang populer di dunia saat ini adalah dengan menggunakan jarum sengatan lebah madu yang disebut bee acupuncture (“tusuk sengat lebah”).

Apiterapi di Indonesia sudah mulai dilakukan sejak tahun 1980-an. Berbagai penelitian dan pelatihan apiterapi diinformasikan ke tengah masyarakat melalui berbagai cara, seperti seminar, lokakarya, kursus, publikasi media massa, dan praktik terapi lebah berupa sengat lebah (Bee Acupunture).

Penerapan terapi Lebah di Indonesia sangat beragam dari yang tradisional sampai dengan yang modern, ada yang menerapkan utuh dan ada yang sebagian saja, seperti hanya menggunakan madu saja namun sengat lebahnya tidak digunakan atau menggunakan sengat lebah untuk penyakit tertentu saja.

Pada Konferensi Terapi Akupunktur Sengatan Lebah Sedunia ke-II di Nanjing, RRC, pada pertengahan September 1993, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa Apitherapy bisa digunakan sebagaii alternatif pengobatan, selanjutnya disebutkan bahwa, “Lebah dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, terutama dari jenis Apis Mellyfera. Kini, terapi sengatan lebah (bee venom therapy – BVT) diterapkan di berbagai negara, antara lain China, Korea, Rumania, Bulgaria, Rusia, dan Indonesia. Di Indonesia ada beberapa lokasi seperti di Semarang, Malang, Bogor, Depok, Sukabumi, Jakarta (Ph. 021- 860-5606 ), Manado, Papua dll.

Bahkan di dalam Alqur’an disebutkan dalam surat An-Nahl : 68-69 “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang diibuat manusia”. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berfikir“ Apitherapy mengkombinasikan berbagai macam produk lebah dan yang menyertainya yaitu, racun lebah (bee venom), madu (honey), susu lebah (royal jelly), Propolis (perekat sarang lebah) dan sari bunga (pollen). Berikut uraian kandungan kimia dan manfaat dari komponen apitheray bagi kesehatan manusia: Racun Sengat Lebah (bee venom). Secara keseluruhan racun sengat lebah terdiri dari sekitar 120 komponenen kimia aktif, namun baru 40-an komponen yang sudah terdeteksi, diantaranya 11 peptida, 5 enzim, 3 amine, karbohidrat, lemak, dan asam amino. Peptida yang paling berperan adalah melittin, apamin, Mast Cell Degranulating Peptida, dan adolapin. Komponenen zat tersebut akan berfungsi sebagai anti radang, anti jamur, anti bakteri, anti pyretic, serta merangsang hormon ACTH. Hormon ACTH dapat merangsang cortex adrenal untuk memproduksi hormon kortison lebih banyak Enzim utama dalam racun lebah adalah hyaluronidase dan fosfolipase A. Hyaluronidase memecah cairan antar sel sehingga racun lebih cepat menyebar di antara sel, sedangkan fosfolipase A merusak fosfolipid yang menyebabkan kematian sel.

Madu (honey). Madu merupakan bahan makanan alami yang tidak ada tandingannya dalam nilai gizinya. Madu tersusun dari berbagai komponen kimia : Asam Organik. Terdiri dari asam oksalat, asam sitrat, asam malat, asam tartatarat, asam laktat, yang punya kemampuan membantu proses metabolime tubuh. Sedangkan asam laktat sendiri bermanfaat mencegah dan penetral senyawa penyebeb tumor atau kanker yaitu besifat karsinogenik, ini karena mengandung laktobasilin yang diketahui menghambat proses pembentukan kanker dan zat berbahaya yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi Enzim. Setidaknya terdiri dari 10 macam, diantaranya lipase, peroksidase, amilase, diastinase, invertase,laktase, protease, oksidase dll. Kesemuanya membantu dalam proses metabolisme dalam tubuh dengan mengurai makanan yang masuk dalam tubuh menjadi lebih sederhana. Vitamin. Terdiri dari vitamin B kompleks, C, K, H atau terdiri dari Riboflavin, niastin, thiamin, piridoksin, asam askorbat, asam pantotenat. Vitamin tersebut sangat berguna sebagai bagian dari enzim dan ko-ensim yang mengatur proses metabolisme, mempertahankan fungsi jaringan tubuh, pembentukan sel baru, membantu pembentukan zat dalam tubuh. Mineral. Berbagai mineral yang terkandung dalam madu diantaranya : Belerang (S), Besi (Fe), Kalium (K), Natrium (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Tembaga (Cu), Mangan (Mu), Klor (Cl), Fospor (P). Kandungan mineral ini sangat bermanfaat dalam tubuh sebagai bahan pembentuk jaringan tubuh seperti tulang dan gigi, rambut, kulit, sel darah merah, juga sebagai pertukaran nilai pH cairan tubuh, membantu proses pembekuan darah, juga untuk kepekaan syaraf dan pengerutan otot. Senyawa lain. Senyawa lain yang belum banyak diketahui secara detail namun mampu sebagai perangsang biogenik, inhibitor, anti bakteri dan anti jamur dan sebagai desinfektan Susu Lebah (Royal Jelly) Cairan seperti susu, yang dihasilkan dari kelenjar saliva (ludah) lebah pekerja. Terdiri dari 20 macam asam amino dengan komposisi cyctine yang terbanyak, disusul lysine dan arginine . Kandungan lain B Kompleks, dengan mutu yang terbaik yang berperan mempercepat penyembuhan luka, luka membusuk (ganggren), herpes, infeksi akibat radang, borok, dermatitis bahkan masuk angin. Juga dalam royal jelly terkandung Vit A dan C.

Kandungan acethylchlorine dalam royal Jelly dalam jumlah relatif banyak, sangat berperan dalam berbagai fungsi faal tubuh, seperti merangsang sekresi adrenalin dan berperan sebagai mediator kimia menghantar impuls syaraf. Dengan kemampuan ini royal jelly mampu menstimulasi sekresi kelenjar dan penting sebagai tonikum untuk system syaraf. Dalam penggunaannya untuk terapi, dosis yang dianjurkan relatif kecil yaitu 25 – 50 mg,. Royal jelly juga bermanfaat untuk menghindarkan kelelahan, mengurangi kadar kolesterol dalam darah juga bahan kosmetik pengencang kulit.

Perekat Sarang ( Propolis ) Adalah bagian dari koloni lebah yang berfungsi untuk ketahanan sarang dan koloninya dari serangan bakteri, jamur, virus dan mikroba lain. Berasal dari bahasa yunani pro = ketahanan, polis = kota. Kemampuan propolis dalam “pertahanan” dari serangan kuman dari luar adalah pada kadungan Bioflovonoid-nya. Diketahui Bioflovonoid dapat menyembuhkan system kapiler yang tersumbat, memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah yang dianggap penting untuk melawan penyakit.

Benang Sari Bunga Jantan ( Bee Pollen ) Bee Pollen adalah sari bunga yang berfungsi untuk penyerbukan. Bee Pollen ukuranya sangat kecil dan terlihat sebagai debu yang berterbangan disekitar tanaman yang berbunga. Dari analisa kimia pollen mengandung berbagai zat yang berguna untuk kesehatan dan penyembuhan penyakit. Kandungan tersebut adalah protein ( 7,1 gr per oz), asam amino ( cystine lysine, histidine, arginine, asparatic, threonine, serine, glutamic, alanine, valine, methionine, isoleusine, leucine, tyrosine, phenilalanine dan tryptophan), mineral ( kalsium, besi, potassium, fosfor, sodium, yodium, magnesium, seng, tembaga, boron, barium, chromium, mangan dan strontium), vitamin ( A, B1, B2, B3, B6, B12, C, D, E ), enzim ( amilase, protease, lipase), lain-lain ( karbohidrat, serat, gula, abu, dll).

Bee Pollen diketahui dapat memulihkan kurang nafsu makan apada anak-anak dan anemia, juga dapat menstimuli pebentukan darah merah, penyembuh bagi hati yang terinfeksi/rusak, mengembalikahn vitalitas. Dari beberapa penelitian di buktikan pollen sebagai antibiotik alami untuk bakteri E. Coli dan Proteus. Asam amino yang dikandungnya lebih lengkap dibanding daging, susu dan telur.


Kunjungi Kami di

Univ. Muhammadiyyah Yogyakarta

di Stand Tenda Kerucut B Nomor 46.


Klik

Http://TokoHabbats.com

[Kami mohon maaf karena web resmi kami ternyata telah di-suspend oleh hosting provider disebabkan pemakaian resource yang terlalu tinggi, mungkin disebabkan jumlah pengunjung yang melebihi kemampuan server. Untuk itu kami perlu waktu untuk mendesain ulang web kami tersebut. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.]

ID YM TokoHabbats


Bagi Anda sekalian yang ingin chatting dengan admin TokoHabbats.com bisa menghubungi melalui Yahoo Messenger ke ID YM kami: tokohabbats
Alamat email tetap admin TokoHabbats.com di paksofyanherbal@gmail.com, atau hubungi email Pak Ahmad Sofyan di paksofyanherbal@yahoo.com
Terima kasih.


Dalam rangka mengupayakan keberlangsungan perusahaan, menciptakan perusahaan yang profesional serta untuk menciptakan stabilitas pasar dan distribusi di lapangan, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami informasikan bahwa efektif 12 Juli 2009 kami memberlakukan Perubahan Harga Produk. Sebagai perusahaan yang harus taat pada aturan pajak, perubahan diskon dan kenaikan harga produk ini diperlukan karena kami harus menanggung pajak pertambahan nilai penjualan (PPN) sebagai kompensasi atas perubahan diskon dan harga tersebut.

Perubahan Harga Produk yakni:

  1. Habbats Kapsul Isi 100 Rp. 21.000
  2. Habbats Kapsul Isi 200 Rp. 35.000
  3. Habbats Kapsul Isi 30 Rp. 8.500
  4. Habbats Sehat Rp. 29.000
  5. Habbats Plus Rp. 29.000
  6. Habbats Oil 369 Rp. 31.000
  7. Habbats Blackseed Oil Drop Rp. 17.500
  8. Kurma Plus Rp. 22.500
  9. Zaitun Rp. 23.000
  10. Nigellive Rp. 29.000
  11. Kid Honey Jeruk Rp. 22.000
  12. Blackseed Honey Rp. 55.000
  13. Habbats Café Rp. 9.000

Keterangan: Teks di bold merupakan produk yang mengalami kenaikan harga

Selain hal tersebut di atas, kami pun mengeluarkan beberapa produk baru, yaitu:

  1. Habbat’S Anakurma Plus Rasa Coklat Rp. 22.500
  2. Habbat’S Kid Honey Original Rp. 21.000
  3. Habbat’S Honeylive Rp. 39.000
  4. Habbat’S Blackseed Oil 60 ml Rp. 52.000

Ada pula beberapa produk yang berubah nama, yaitu:

  1. Habbat’S Oil Drop 10 ml Rp. 17.500 menjadi Habbat’S Blackseed Oil Drop 10 ml Rp. 17.500
  2. Habbat’S Extrafit 369 Rp. 29.000 menjadi Habbat’S Nigellive Rp. 29.000

Harus diakui bahwa penggunaan bahan herbal untuk pengobatan akhir-akhir ini meningkat. Banyak faktor yang menyebabkan kenaikan bahan herbal sebagai bahan terapi. Namun seyogyanya pemakaian bahan herbalpun harus dilandasi dasar ilmu yang benar. Karena apapun permasalahannya, jika diserahkan bukan pada ahlinya, maka tinggal menunggu kerusakannya. Demikian juga dalam hal pemakaian herbal sebagai bahan terapi.

Beberapa hal yang berkembang di masyarakat yang akhirnya menjadi mitos, seringkali mendominasi pemahaman masyarakat tentang masalah herbal. Sehingga terapi herbal berkembang bukan berdasar ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan, namun berkembang dari mitos yang seringkali bisa benar namun bisa juga salah.

Di bawah ini ada sedikit pemahaman yang berkembang di masyarakat yang perlu diluruskan pengertiannya.

1. Obat medis adalah obat kimia, sedangkan herbal bukan kimia.

Memang istilah ini hanyalah sekadar istilah untuk memudahkan penyebutan dan pengelompokan. Tapi sebenarnya baik obat medis maupun herbal semuanya adalah bahan kimia. Karena semua zat yang ada di alam semesta ini tersusun atas unsur-unsur kimia. Bahkan air ludah yang ada di mulut k ita itupun merupakan bahan kimia. Mungkin kalau mau menggunakan istilah yang lebih mendekati benar (tidak seratus persen benar) adalah: obat medis merupakan kimia sintetis, sedangkan herbal adalah kimia alami. Namun semuanya merupakan bahan kimia.

2. Obat medis selalu memiliki efek samping d an tidak aman, sedangkan herbal tumbuhan alami bebas efek samping dan aman.

Istilah ini memberi kesan bahwa obat medis berbahaya dan tidak aman dikonsumsi karena selalu memberikan efek samping yang merusak, sedangkan herbal aman dan tidak bahaya karena tanpa efek samping. Istilah ini dipakai tanpa dasar dan mengabaikan banyak fakta. Herbal walaupun alami, bukannya tanpa efek samping. Bahkan tidak selalu aman.

Kita semua tahu bahwa bayam, kangkung, asparagus adalah sayuran – sudah pasti bahan herbal- yang memiliki zat yang bermanfaat bagi tubuh. Bayam dan kangkung bagus untuk nutrisi karena kandungan zat besinya yang tinggi. Tapi apakah selalu aman dikonsumsi? Ternyata tidak. Penderita asam urat hampir selalu diingatkan dokter ketika berobat, untuk menghindari konsumsi kedua bahan herbal ini.

Bahan tumbuhan pun ada juga yang berbahaya bahkan beracun. Semua tahu bahwa makanan binatang Koala adalah daun eucaliptus yang jika dimakan manusia bisa berbahaya. Dan satu lagi bahan herbal tumbuhan alami adalah daun ganja, dan daun koka. Semua pasti kenal dengan daun ganja. tentu saja ini bukan bahan kimia, namun herbal alami. Namun kandungannya sangatlah berbahaya jika dipakai dengan sembarangan. Sedangkan daun koka adalah bahan pembuat kokain yang bahayanya sudah disepakati baik tabib herbal maupun ahli medis.

3. Habbatussauda adalah bahan herbal yang aman. Namun tidak otomatis semua bahan herbal pasti aman.

Keamanan habbatussauda sudah dibuktikan secara riset ilmiah. Bahkan termasuk zat yang masuk kategori hepatoprotektor dan renoprotektor. Namun tidak bijaksana jika karena satu bahan herbal ini aman, kemudian digeneralisir bahwa semua herbal pasti aman.

4. Kesalahan dalam penggolongan bahan herbal.

Di dalam sebuah iklan produk herbal di satu majalah Islam yang terbit secara Nasional, disebutkan di situ :

MENGHADIRKAN HERBAL TERBAIK KELAS DUNIA !!!

Setelah menyebutkan kata “Herbal Terbaik Kelas Dunia” ini disebutkanlah bahan yang dimaksud, yakni : Gamat…..!?!?

Sang pembuat iklan bukannya tak tahu Gamat itu apa. Disitu disebutkan Gamat adalah: Binatang invertebrata pemakan makanan organik yang hidup di dasar laut.

Tak beda jauh dengan satu iklan di satu website, bahkan di sebagian website terkenal, disebutkan bahwa Gamat nama lainnya adalah Teripang atau Mentimun laut, dan dimasukkan ke dalam golongan herbal. Disebutkan disitu dengan jelas bahwa gamat adalah binatang invertebrata, seharusnya bahan ini bukan dimasukkan ke dalam bahan herbal. Mungkin karena nama lainnya Mentimun laut, maka ada yang memasukkannya ke dalam bahan herbal. Padahal kata herbal sendiri maknanya tumbuhan, bukannya binatang.

5. Jika sudah memakai herbal, tak perlu obat kimia.

Pernyataan ini harus dilihat per kasus. Jika memang herbalnya memang berfungsi terapi dan itulah herbal of choice untuk kasus penyakitnya, ya silakan saja.

Namun jika fungsi herbal disitu adalah sebagai suplemen atau terapi pendukung, maka penggunaan obat sintetis kimia masih merupakan drug of choice yang harus tetap dipakai. Sehingga terapi herbal dan medis kimia seyogyanya ditempatkan sebagai komplemen yang saling melengkapi, dan bukannya substistusi dimana yang satu “harus” menggantikan yang lain.

6. Testimoni yang kurang cerdas.

Hampir semua penggunaan herbal mengandalkan ujung tombak testimoni sebagai pendukung utama promosinya. Namun seyogyanya sebuah testimoni yang mengungkapkan keberhasilan terapi herbal haruslah dengan bahasa yang cerdas. Syarat testimoni yang cerdas di antaranya sebagai berikut:

a. Diagnosa penyakit yang disebutkan haruslah tegak dengan penegakkan diagnosa yang benar dan obyektif.

b. Pengakuan diagnosa berdasar perkataan, “Menurut dokter, sakit saya adalah…” tidaklah mencukupi.

Mengapa tidak mencukupi? Karena dalam mendiagnosa satu penyakit, pernyataan dokter akan satu diagnosa diawali dengan satu diagnosa yang derajatnya masih merupakan “kemungkinan”. Kemungkinan itulah yang nantinya dibuktikan dengan pemeriksaan pendukung dari lab maupun alat bukti pendukung lainnya. dan bahasa yang dipakai dokter pun jelas.

Jadi bahasa testimoni yang seringkali menggunakan kata, “Dokter sudah memvonis ini dan itu…” haruslah diperjelas alasan vonisnya. Karena untuk kepentingan bagusnya testimoni, seringkali diagnosa yang masih taraf “kemungkinan” sudah dianggap vonis oleh pasien.

c. Kesembuhan harus terukur secara obyektif juga.

Jika penegakan diagnosa harus terukur, demikian juga manakala mengaku sudah sembuh. Kesembuhan haruslah terukur secara obyektif, bukan kesembuhan subyektif. Jika dengan konsumsi satu bahan herbal seseorang mengaku kankernya sembuh, kesembuhan dari kanker itu bukanlah dilihat secara subyektif saja. Haruslah ada satu tindakan biopsi ataupun scan ataupun pemeriksaan obyektif yang menyatakan bahwa kankernya sudah tak berbahaya lagi.

Seringkali pemakai herbal menyatakan kesembuhan dirinya hanya dengan menggunakan kata-kata “sudah sembuh”. Sedangkan ukuran sembuhnya tak ada. Pernyataan sembuh yang baik harusnya melampirkan data-data pemeriksaan laboratorium pasca terapi yang bisa dibandingkan dengan hasil lab sebelum terapi.

Namun hal ini masih memiliki kendala. Penggunaan laboratorium masih dimonopoli oleh ahli pengobatan medis. Sedangkan kaum herbalis tak punya akses untuk memberikan pengantar bagi penilaian obyektif kesembuhan pasiennya. Untuk itu harus ada kerjasama antara dokter medis dan juga herbalis. Agar satu penyakit tegak diagnosanya dengan pemeriksaan obyektif, sekaligus kesembuhanya pun dinyatakan dengan pemeriksaan obyektif.

diambil dari tulisan dr. Insan Agung Nugroho pada seminar Gathering Nasional Agen & Mitra Habbat’S di Gedung Daarul Hajj-Daarut Tauhid, 12 Juli 2009


Oleh: Dr. Insan

Penyakit Kencing Manis atau disebut juga Diabetes Mellitus adalah penyakit di mana tubuh gagal atau tidak bisa mengatur kadar gula di dalam darah. Gula diperlukan oleh tubuh sebagai sumber kalori atau tenaga. Kadarnya di dalam darah berubah-ubah, di mana diperlukan satu penjaga agar kadarnya normal. Gula yang tidak dipakai disimpan di otot, liver maupun di lemak yang lalu lintasnya diatur oleh insulin. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Dengan bantuan insulin inilah kadar gula di dalam darah bisa diatur dan dijaga hingga berada dalam batas normal.

Type Diabetes :

Ada 2 jenis Diabetes Mellitus yang dikenal di dunia medis:

Type 1. Di mana insulin sangat sedikit bahkan hampir tidak diproduksi oleh pankreas, sehingga penderita membutuhkan insulin dari luar setiap harinya. DM type 1 ini biasa disebut juga IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus/ DM yang tergantung Insulin).

Type 2. Di mana insulin diproduksi namun terjadi gangguan di sisi reseptor insulinnya, yakni terjadi resistensi. Reseptor insulin mengirimkan sinyal dimana dia butuh banyak insulin. Akibat permintaan yang berlebihan, akhirnya justru kelenjar pankreas merasa tak bisa mencukupi, dan akhirnya produksi insulinnya menjadi menurun. Type ini biasa disebut juga NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Walaupun pada kasus yang parah, akhirnya pasien akhirnya membutuhkan dan tergantung juga dengan pemberian insulin dari luar. Selain itu, terdapat jenis Diabetes Mellitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil.

Kriteria Diabetes :

Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita Diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa ?126 mg/dL pada plasma vena dan ?100 mg/dL pada darah kapiler sedangkan gula darah sewaktu ?200 mg/dL pada plasma vena dan ?200 pada darah kapiler.

Gejala :

Gejala klinis yang khas pada DM yaitu “Triaspoli” polidipsi (banyak minum), poli phagia (banyak makan) & poliuri (banyak kencing), disamping disertai dengan keluhan sering kesemutan terutama pada jari-jari tangan, badan terasa lemas, gatal-gatal dan bila ada luka sukar sembuh. Kadang-kadang berat badan menurun secara drastis.

Peran Habbatussauda

Pre Klinik :

Beberapa penilitian preklinik telah dilakukan untuk membuktikan efek habbatussauda untuk menurunkan kadar gula darah. Di antaranya:

1. Effect Of Nigella Sativa (Black Seed) And Thymoquinone On Blood Glucose In Albino Rats, Zubaida A. Hawsawi, MBBS; Basil A. Ali, PhD; Abdullah O. Bamosa, PhD. Penelitian ini dimuat di Annals of Saudi Medicine, Vol 21, Nos 3-4, 2001. Di mana di dalam kesimpulannya, disebutkan bahwa habbatussauda secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada tikus.

2. In Vitro Hypoglycemic Activity Of Methanolic Extract Of Some Indigenous Plants. M. Saeed Arayne, Najma Sultana*, Agha Zeeshan Mirza, M. Hashim Zuberi and Farhan Ahmed Siddiqui, 2007. Dalam penelitian ini habbatusauda dapat diindikasikan sebagai agen antidiabetik yang bisa digunakan sebagai mono therapy (terapi tunggal) maupun add-on therapy (terapi tambahan).

3. Effects of Methanolic Extract and Commercial Oil of Nigella sativa L. on Blood Glucose and Antioxidant Capacity in Alloxan-Induced Diabetic Rats, Zahira Houcher, Khaouther Boudiaf, Mustapha Benboubetra, Bakhouche Houcher Department of Biology, Faculty of Sciences, University of Sétif, Sétif 19000, Algeria, 2007. Di akhir penelitiannya, habbatussauda disarankan bisa dipakai sebagai bahan komplemen antidiabetik yang bisa digunakan bagi pasien diabetes type 2.

Uji Klinis :

1. Elemental Constituent of Antidiabetic Screening of a Folkloric Medicinal Plant Prescription, Akhtar,MS and MU. Shah, International journal of Toxicology, Occupational and Environmental, 1993. Dalam riset ini dijelaskan bahwa rebusan tanaman habbatusauda secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah setelah diminum.

2. Effect of Baraka Oil (Habbatussauda Oil) on Blood Sugar in persons with Hyperglycemia, M. H. A. Tissera et al, 1997. Uji terhadap 55 pasien hiperglikemik dengan 2,5 ml minyak habbatussauda selama sebulan. Hasilnya 73% diantaranya mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan.

Untuk panduan resep Kasus Diabetes sbb :

Menggunakan Minyak Habbaatussauda yang dimasukkan dalam kapsul (Nigellive-Red)

Untuk kadar gula darah di bawah 200 mg/dl minum 3×1 kapsul

Untuk kadar gula darah antara 200 hingga 300 mg/dl minum 3×2

Untuk kadar gula darah di atas 300 mg/dl minum 3×3 kapsul

Jika menggunakan Habbatussauda Kapsul (Habbat’ Sehat Red)

Utk kadar gula darah di bawah 200 mg/dl minum 3×2 s/d 3×3 kapsul

Utk kadar gula darah antara 200 – 300 mg/dl minum 3×4 s/d 3×5 kapsul

Utk kadar gula darah di atas 300 mg/dl minum 3×6 s/d 3×9 kapsul

1. Cek Lab dilakukan setelah terapi 1 bulan.

2. Jika sudah normal, terus konsumsi dengan dosis maintenance Habbat’S Sehat 3×2 s/d 3×3 atau Nigellive 3×1 kapsul.

3. Pola makan tetap diatur. Dalam artian harus seimbang dalam semua segi. Seimbang komposisinya, seimbang antara yang diasup maupun yang dipakai dlsb.

4. Efek pada ginjal justru baik jika habbatussauda dikonsumsi terus menerus.

Lantas apa bedanya dengan mengkonsumsi OAD (Oral Anti Diabetes) jika sama-sama mengkonsumsi terus menerus?

Dengan mengkonsumsi habbatussauda, tidak hanya kadar gula darah yang membaik dan dijaga, namun juga kolesterol, trigliserid, mengandung antioksidan, mengandung nutrisi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan segudang manfaat habbatussauda yang lainnya.

Habbatussauda saat ini seyogyanya digunakan sebagai add-on therapy atau terapi tambahan. Sehingga bisa dikombinasikan dengan terapi dari dokter.